Gerbang Al-Zaytun bagi sebagian orang cukup menyeramkan, karena penjagaanya begitu ketat, namun sebenarnya tidak. Gerbang Al-Zaytun terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung dan yang siap mengikuti peraturan yang ada di Al-Zaytun.
Di Gerbang tersebut, pengunjung atau tamu di data nama, jumlah rombongan, kemudian ditanya maksud kunjungan dan meninggalkan KTP, kemudian tamu diajak ke tempat pertemuan, namanya Pendopo. Di Pendopo para tamu mendapat penjelasan tentang Al-Zaytun.
Setelah mendapat penjelasan, para tamu diajak berkeliling dengan menggunakan kendaraan Al-Zaytun atau kendaraan yang dibawa tamu. O, ya biasanya tamu yang berkunjung memberi shodaqoh sebagai wujud partisipasi dalam pembangunan Al-Zaytun yang memang tidak pernah berhenti.