Jika anda ke Al-Zaytun, Anda akan melihat pemandangan yang kontras, itu jika Al-Zaytun hanya dilihat sebagai lembaga pendidikan saja, mengapa demikian ??? Di lembaga pendidikan manapun tidak akan ada mobil-mobil truk besar, trailer, zonder, traktor tangan dan sebagainya yang mondar-mandir di areal pendidikan, di Al-Zaytun kondisi ini akan anda lihat setiap hari, karena Al-Zaytun sedang dan terus membangun dirinya untuk menjadi lebih baik.
Pembangunan yang tiada henti, membangun waduk windu kencana, kandang besar untuk 1180 sapi perah, membangun sarana pertanian lainnya adalah merupakan ciri dari Al-Zaytun, karena Al-Zaytun akan terus membangun memberi inspirasi bagi siapa saja yang mengunjunginya, memberi inspirasi bagi Indonesia tercinta.
Pembangunan tiada henti tentu akan menginspirasi santri untuk membangun bangsa dan negaranya.